Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Let's Come Back To Al Qur'an....


 Memahami Al Qur'an

 

Quote:Mari kita budayakan ngekomen !!

pembaca yg baik sllu meninggalkan komen yg bijak dan cerdas





Quote:Baca keseluruhan posting ini dgn seksama&temukan samudera hikmah di dalamnya

Quote:'MEMBAKAR' = MEMBACA, MENGKAJI, dan MERENUNGI

Quote:Quote:Semoga bermanfa'at meskipun cuman copy pasti ], akhirnya saya tertarik untuk ‘turun gunung’ membahas suatu permasalahan yg sedang booming belakangan ini. Ketika ada wacana dri Seorang Pendeta u/ membakar Al Qur’an, seketika itu langsung bermunculan bermacam reaksi mengecam 'ide gila' tsb , ada yg emosi, tersinggung, marah2, mencaci-maki, merasa seluruh jiwa-raga ini ‘memiliki’ Al Qur’an, dan bermacam reaksi keras lainnya ditunjukkan. Saat itu saya sesungguhnya jg sangat geram, ttpi setelah itu hanya tersenyum, dan berkata dlm hati “boleh saja kmu membakar Al Qur’an itu, karena itu hanyalah sekumpulan ayat-ayat biasa saja!” [jgn emosi dulu! ]

Quote:


Menurut Saya, Al Qur’an hanya akan menjadi sekumpulan ayat-ayat biasa saja, jika:
  • Al Qur’an hanya dibaca ayat2nya
    -> tpi tidak pernah dibaca artinya
  • Al Qur’an dibaca dgn artinya
    -> tpi tidak pernah diamalkan isinya
  • dan yg terparah Al Qur’an tsb. tidak pernah dibaca!! [dibuat pajangan, pemanis ruangan saja ]


Setuju!?


Quote:Kenapa kita harus membaca, mengkaji, dan merenungi [‘MEMBAKAR’] Al Qur’an!? Sepentingkah itu Al Qur’an?

1. Sumber Ilmu Pengetahuan

Tahukah agan/sist di dlm Al Qur’an dijelaskan ttg proses terbentuknya alam semesta? proses terbentuknya manusia [berawal dari dri sari pati tanah (sperma), dlm kandungan, sampai proses kelahiran]? zat hijau daun ‘klorofil’? matahari, bumi, bulan berputar menurut garis edarnya [revolusi, rotasi]? air tawar dan air laut yg tidak pernah menyatu? haramnya darah, bangkai babi, dan khamr [sesuatu yg memabukkan], dsb. Subhanallah.

2. Dapat memacu kita u/berbuat kebaikan -> mendapat pahala -> Insya Allah masuk Surga

Menanamkan kita u/ menunaikan Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Menghormati dan menyayangi kedua orang tua kita. Bersedekah kepada yg membutuhkan. Bekerja dengan sungguh-sungguh. Saling mengasihi, dan menghormati kepada sesama, dsb.

3. Dapat memacu kita u/tidak berbuat keburukan -> jauh dari dosa -> Insya Allah terhindar dari Neraka

Menanamkan kita agar tidak bermaksiat, mengumbar hawa nafsu-syahwat [hayo bgi yg demen ML, mesum, dkk! ], tidak bergunjing [hayo bgi yg demen ngomongin kejelekan, fitnah org!], tidak syirik [hayo bgi yg demen maen ke dukun, pelet, santet!], dsb.

Quote:Sengaja saya tidak menampilkan ayat2 yg terkait agar agan/sist semua jdi penasaran [dgn harapan jdi termotivasi u/ ‘MEMBAKAR’ Al Qur’an] apakah yg saya katakan itu benar adanya di Al Qur’an, atau saya-nya HOAX, ngigau!




Quote:
15 MENIT [1% SAJA!]


Sebelumnya, saya bertanya kepada anda semua?

Ada berapa jam dlm sehari?
24 jam = 1.440 menit

Brpa lama kmu tidur dlm sehari?
5-8 jam/sehari = 300-480 menit/sehari (+/- 33%)

Rata2 berapa lama kmu browsing (maen game/internet) dlm sehari?
1-4 jam/sehari = 60-240 menit/sehari (+/- 17%)

Rata2 berapa lama kmu telp2an, SMSan ma pacar/gebetan/selingkuhan dlm sehari?
1-2 jam/sehari = 60-120 menit/sehari (+/- 8%)

Quote:Gila ya!? [termasuk saya ], Tpi apakah kita sudah atau mau u/ meluangkan (paling tidak) 15 menit waktunya (HANYA 1% waktu kita dlm sehari) u/membaca Al Qur’an!?

Spoiler for Penting u/dibuka:

Klo belum&g mau!? Sungguh TERLALU!!



Malu donk sama nih bocah ingusan... 

Klo tetep belum&g mau!? Malu ahh, ma anak ini! Sungguh TERLALU!!





Muhammad Husein Tabataba'i; yg dlm usia 7th menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, karena hafal  Al Qur'an. :
Jangan mau kalah sama anak kecil, apalagi orang tua jaman sekarang.....   nyuruh anaknya mengaji, padahal dia sendiri gak bisa sama sekali baca Al Qur'an
Orang tua yg aneh



Quote:Quote:TIPS ‘MEMBAKAR’ AL QUR’AN

  • Pilih Al Qur’an+terjemahannya [biar dapat dibaca jg artinya]
  • Ukuran Al Qur’an tsb hendaknya tidak trllu besar
    Agar saat dinas kantor/pergi luar kota, Al Qur’an bisa sllu dibawa
  • Luangkan waktu min.15 menit [hanya 1% waktu kita dlm sehari, tdk lama bukan!?]
    Pilih waktu yg luang dan rilex [mis: setelah Sholat Fardhu, mandi, mlm hri, dsb]
  • Rata2 Al Qur’an ada 600 halaman [Punya saya ]
    Insya Allah jika kita rutin mengamalkan, sehari min.2 halaman saja, dalam satu tahun kita bisa khatam Al Qur’an satu kali.






Quote:Setelah dibaca, dikaji, dan direnungi, masih ada ‘TUGAS’ berat kita u/ mengamalkannya dlm kehidupan kita sehari-hari. Saya jg masih termasuk ‘NEWBIE’ dlm mengamalkan ini : Dari pengalaman saya pertamanya mmng berat, rasanya MALLEESSSSS pol!! Dan Alhamdulillah skrg malah sudah jdi suatu ‘KEBUTUHAN’. Bukan bermaksud menggurui, pamer, sok, atau apapun itu, saya hanya ingin berbagi kisah dan siapa tahu bermanfaat u/ anda semua, amin



Quote:Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al ‘Asr; 1-3)

source: kaskus.us

Selasa, 13 Maret 2012

Ingatlah, Tuhan itu Ada

Argumen Pembuka Keberadaan Tuhan

Kenapa para mayoritas scientist dan penyuka science, berpaham atheist? Lihat fakta berikut ini:

Spoiler for survey:

Berdasarkan survey yang dimuat di majalah "Scientific American", edisi September 1999:

90% rakyat amerika ternayata masih percaya tuhan,
(tertinggi diantara negara2 barat, yang terendah adalah perancis 32%)
Tapi diantara para scientist di US. hanya 10% saja yang percaya tuhan.

general population, 90%
scientists with B.S., 40%
scientists eminent, 10%

Dalam study lain yang dimuat di majalah Nature: http://www.stephenjaygould.org/ctrl/news/file002.html

Disebutkan bahwa dari member "National Academy of Science", hanya 7% saja yang percaya terhadap personal god.

Dalam studi lain disebutkan semakin "ELIT" sekolah,
biasanya semakin banyak para professor-nya yg atheist.
Shermer, Michael (1999). "How We Believe: Science, Skepticism, and the Search for God". New York: William H Freeman, pp76–79. ISBN 071673561X.


Hal ini menurut saya karena bible tidak mampu menjelaskan science dengan baik. Banyak sekali ayat-ayat dalam bible yang bertentangan dengan science. Bahkan terkadan bible ditertawai oleh science.

Dalam sejarah dikenal persaudaraan illuminati yang konon didalamnya termasuk Galileo, merupakan kelompok yang paling aktif menentang gereja karena kelemahan bible dalam menjelaskan ilmu pengetahuan ini.

Spoiler for illuminati:

Illuminati adalah sebuah persaudaraan kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti - bukti nyata keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Illuminati berarti Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus yang berarti Yang Tercerahkan. Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild. Illuminatus adalah orang - orang yang mencari jawaban apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya. Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galilei Galileo seorang ahli antropologi yang terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi adalah matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja. Mereka diburu dan diberi stamp salib didada mereka baru kemudian dibunuh. Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja. Para illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Illuminati


Namun, ketika Alquran hadir, ilmu pengetahuan seolah berjalan beriringan dengan Alquran. Semua ayat tentang ilmu pengetahuan dalam Alquran dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan modern. Alquran tidak takut dengan ilmu pengetahuan bahkan menjadi sumber ilmu pengetahuan. Termasuk tentang teori penciptaan alam.

Dalam Alquran ditunjukkan bahwa Tuhan menciptakan alam ini dari sesuatu yang kosong atau hampa. Bukan dari materi yang sudah ada yang terjadi karena kebetulan yang acak seperti yang diyakini para evolusionist dan atheist. Alquran mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan alam dengan kalimah : Kun Fayakun. Dari tidak ada menjadi ada. Dengan kata lain, DICIPTAKAN. Teori ini mempunyai nama lain RANCANGAN CERDAS, yang menyatakan bahwa alam semesta ini telah dirancang sedemikian rupa, untuk menopang kehidupan.

Dalam Alquran juga disebutkan semua benda di alam ini diciptakan berpasang-pasangan. Seperti siang untuk mengenal malam, atas untuk mengenal bawah, kiri untuk mengenal kanan dsb. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan dari rancangan yang cerdas tadi.

Maha Suci Yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dan dari dalam diri mereka dan dari apa yang tidak mereka ketahui (36:36).

Proses penciptaan dari sesuatu "yang kosong/hampa" dan penciptaan berpasangan ini akhirnya diperkuat oleh ilmu pengetahuan sendiri. Fasilitas penelitian ilmu pengetahuan terbesar di dunia –Conseil Europeean pour la Recherche Nucleaire (CERN) di Swiss—baru-baru ini baru-baru ini berhasil membuat partikel antimateri pertama. Antimateri sama dengan materi yang kita kenal, tapi tersusun dari partikel-partikel dengan muatan listrik yang berlawanan dengan yang terdapat di materi biasa.

Menurut teori, antimateri lahir di jagad raya ini bersamaan dengan materi, persis beberapa detik setelah big bang alias dentuman besar. Kebanyakan fisikawan percaya big bang adalah awal mula lahirnya alam semesta. Teori big bang sendiri sudah dijelaskan dalam Alquran jauh sebelum teori itu lahir.


Dalam hal ini, ada tiga pelajaran yang bisa ditarik mengenai "keberadaan Tuhan" di dunia ini:
  1. Teori penciptaan bisa dibuktikan. Bahwa benda-benda, makluk hidup, dsb, memang diciptakan dari sesuatu yang tidak ada/kosong/hampa.
  2. Bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan untuk menjaga keseimbangan. Tidak mungkin segala sesuatu bisa tercipta berpasang-pasangan begitu saja kalau tidak direncakan oleh sesuatu "yang cerdas". Tidak mungkin hal itu terjadi karena kebetulan yang acak seperti yang dipahami oleh evolusionist.
  3. Dalam hal ini, kita bisa memahami pemikiran Tuhan yg kita kenal lewat fenomena2 alam dan proses kreatif yg tidak hentinya lewat apa yg disebut sebagai Energi Quantum.

Silahkan komeng dengan santun tanpa hujat-menghujat. Saya menyampaikan hal ini untuk menjadi bahan renungan yang bermanfaat untuk kita semua. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang anti materi silahkan googling.

Terutama ditunggu komentar-komentar dari rekan-rekan yang mengaku sebagai atheist.

Selasa, 14 Februari 2012

Akhirnya Islam memang mulai terasingkan T_T Arek saiki akeh sing goblok

Muda-Mudi Islam & Valentine's Day (VD)


Di era globalisasi dan seiring maraknya ragam gaya hidup Barat yang masuk ke dunia Islam, menyebabkan banyak remaja muslim di berbagai belahan dunia tak mampu berkutik dibuatnya. Gaya hidup Barat yang tak lepas dari kesan glamor dan konsumtif, wujud cerminan modernitas tersebut, mampu menggoncang peradaban Islam. Terutama para remaja muda-mudi.
Salah satu budaya Barat yang merasuki remaja muslim, hingga dijadikan trendsetter, tersebut ialah sebuah perayaan yang jatuh pada tanggal 14 Februari bernama ”Valentine’s day” atau “Hari Kasih Sayang”.
Valentine’s Day dimaknai dengan kasih sayang atau hari di mana pasangan kekasih, muda-mudi Barat, yang sedang jatuh cinta mengungkapkan rasa kasih sayang mereka kepada pasangan masing-masing. Umumnya diekspresikan dengan saling bertukar kado, cokelat, dan bunga mawar. Bahkan, yang lebih populer, dengan bertukar kartu valentine berbentuk hati (love), yang dihiasi sebuah gambar "Copidu" (si bayi kecil bersayap dengan busur lengkap dan anak panah di tangan).
Jika kita mau menilik lebih jauh tentang asal muasal perayaan Valentine’s Day, akan kita temukan berbagai versi di dalamnya. Hal tersebut membuktikan bahwa perayaan Valentine’s Day memiliki latar belakang yang tidak jelas sama sekali. Bahkan, bisa dikatakan hanya berasal dari sebuah mitos belaka dengan merujuk seorang martir bernama Valentinus atau Santo Valentinus. Santo Valentinus meninggal pada 14 Februari yang kemudian oleh Paus Gelasius I dijadikan hari perayaan bagi kaum Nasrani.

Namun, tabiat muda-mudi yang selalu latah akan kebudayaan Barat, yang jauh dari syariat Islam, Valentine’s Day selalu menjadi momen tersendiri bagi mereka setiap tahunnya. Dari sekedar mengucapkan "selamat", hingga ikut langsung melakoni hal serupa seperti yang dilakukan "orang Barat".
Hal-hal tersebut terjadi karena sebagian remaja atau muda-mudi muslim telah menganggap yang "satu" ini sebagai trend masa kini. Sehingga, bagi yang tidak ikut merayakan, bisa dianggap kuno, ketinggalan zaman, atau kampungan (wong ndeso).
Sebagian orang ada yang hanya ikut-ikutan, tanpa mengetahui story behind perayaan tersebut. Namun, tidak sedikit pula sebagian mereka sebenarnya mengetahui kalau Valentine’s Day merupakan budaya non muslim, tapi karena alasan gengsi (jika tidak ikut merayakan) mereka pun akhirnya tidak mau tahu.

Islam sangat melarang umatnya dari sikap tasyabuh (menyerupai budaya atau gaya hidup non muslim), baik dari segi ucapan, tingkah laku, maupun cara bermode.
Firman Allah dalam Surat Al-Isra’, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (Al-Isra’:36)
Kemudian dalam Surat Al-An’am, ”Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di Bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan." (Al-An’am:116)

Serta sabda Nabi Saw, ” Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Sangat  jelas di muka, bahwa hari Valentine merupakan perayaan atau ritual non muslim. Jika kita ikut merayakannya, berarti kita telah meniru-niru mereka.
Selain tasyabuh, dalam perayaan Valentine’s Day, jika kita saksikan sekarang ini merupakan cara pengekspresian cinta kasih yang dibaluti dengan fenomena pacaran, zina, mabuk-mabukan, serta foya-foya, yang intinya terlalu mengedepankan nafsu syahwat semata. Cara mengekspresikan cinta kasih inilah yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam, jika kita memandang perayaan ini melalui perspektif Islam.
Sungguh merupakan sebuah kekurangcerdasan, jika kita sebagai generasi Islam ikut melestarikan budaya yang sama sekali tidak memiliki ikatan histori, emosional, dan religius sedikitpun dengan ajaran Islam. Keikutsertaan kita dalam perayaan yang identik dengan hura-hura dan maksiat ini merupakan refleksi sebuah kekalahan dalam "peperangan" mempertahankan identitas jati diri kita sebagai pemeluk Islam.
Sebagai generasi muda muslim, selain kita dituntut melek teknologi dan ilmu pengetahuan, kita juga dituntut mampu memfilterisasi diri serta lingkungan atau budaya kita dari integritas budaya asing. Jangan mudah terbawa arus deras modernisasi yang cenderung menyesatkan. Jangan sampai kita sebagai umat Islam hanya bagai buih di lautan, banyak namun mudah terombang-ambing, banyak namun tak memilki arti.
Hal semestinya yang harus kita lakukan wahai saudaraku, adalah kembali merapatkan jiwa dan kesadaran kita masing-masing ke dasar ajaran agama kita. Kembali ke ajaran Islam yang sesungguhnya. Mendekatkan diri kepada Allah, serta membekali diri ini dengan tembok pengetahuan agama yang mumpuni. Tanpa mengabaikan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai generasi Islam, kita harus berusaha sekuat yang kita mampu untuk mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan kita di masyarakat, dalam muamalah sehari-hari. Agar ruh ajaran Islam tak terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang terbukti hanya menimbulkan keresahan dalam masyarakat muslim.

Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk meninggikan kalimat Allah di medan perjuangan yang semakin hari semakin kompleks ini. Sesuai dengan background kita masing-masing. Amin yaa robbal ‘alamin.

Senin, 21 November 2011

Para Ilmuan Temukan Terompet Malaikat Isrofil

 
 
Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?

Jawabnya, Sedang membersihkan terompetnya. Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.
Sebenarnya seperti apa sih terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala– malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).









-Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.


Abu Hurrairah ra : Nabi Muhammad saw bersabda

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”

Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”

Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”

Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.

Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan)
Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).
Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!

Sabtu, 29 Oktober 2011

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Khalifah ‘Umar).i

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Khalifah ‘Umar).

Berbuat kesalahan dalam kehidupan adalah suatu yang manusiawi dan wajar, saya pun pernah berbuat kesalahan, mungkin sahabat semua pun pernah berbuat kesalahan dalam hidup ini. entah itu perbuatan salah kecil, salah besar, kesalahan disengaja atau tidak disengaja, tetapi hal tersebut tetaplah sebuah kesalahan.


Terkadang kesalahan yang kita lakukan bisa terus menerus melekat dalam benak ingatan kita,dan bahkan sampai ke dalam alam bawah sadar, yang membuat kita sering bermimpi buruk atau pengalaman-pengalaman traumatis yang telah terjadi. Misalnya, Kesalahan yang dianggap mengkhianati perjanjian-perjanjian yang telah disepakati bersama, misalnya dalam relasi suami dan isteri ?C jika terjadi perselingkuhan atau perceraian; dalam relasi kerja ?C jika salah satu rekan kerja mengkhianati dan merugikan sepihak, pasti sangat menyakitkan. Atau kemarahan yang emosional, sehingga mengeluarkan kata-kata yang tidak terkontrol, dan itu sangat menyakitkan hati. dan sebagainya. Mengapa seseorang bisa berbuat salah? Karena dia tidak tahu apa yang dia perbuat.

Masih ada banyak pintu yang terbuka untuk kita dan bisa kita masuki dengan lebih lapang…
Dan itu adalah ‘THE BEST REWARD’ dari satu hal yang katanya ‘KALAH’…
Masalahnya sikap ini sering kali kita bawa ke dalam aspek2 kehidupan termasuk dalam kehidupanbermasyarakat.penyebab Kita tidak mau mengalah adalah:

1. Kita merasa kita lebih tahu:Kita menganggap kitalah yang mengetahui kebenaran dan mengharapkan pihak yang satunya mengiakan pandangan kita. Sifat dasar pengetahuan adalah sombong artinya kalau tidak hati-hati pengetahuan mudah sekali membuat orang sombong. Pengetahuan sejati bukanlah pengetahuan yang bersifat intelektual atau pengetahuan yang bersifat kognitif yakni dalam pikiran kita. Kitadianggap berpengetahuan jika kita mempunyai Mengerti dan Bijaksana
2. Kita merasa diri berhak,Kita dengan pendapat kita merasa yang paling berhak, berhak tidak sakit hati, berhak atas pemahaman kita, dan berhak atas yang lainya,Sebenarnya hak-hak yang paling baik adalah melepaskan hak pribadi untuk Kemaslahatan kita bersama.
3. Kita Merasa Diri Paling Benar,arena kita merasa lebih berpengetahuan, atau peningkatan ego kita yang luar biasa, atau kita memiliki kekuasaan yang lebih, maka kita merasa diri kita paling benar, sehingga kita sangat sulit untuk mengalah, walau kita tahu sebenarnya kita adalah salah.Sama-sama mengetahui bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, bila kedua belah pihak selalu mau menang sendiri, tidak ada yang mau mengalah,maka pasti tidak akan berhasil dengan baik, bahkan selamanya tidak bisa membereskan masalah-masalah tersebut. Padahal dengan mengalah dapat menetralisir segala pertikaian, masalah besar akan menjadi kecil dan masalah kecil akan dinihilkan, suasana tegang akan berubah menjadi tenang damai.Mengalah juga menunjukkan kelapangan dada seseorang, juga memperlihatkan pandangan orang itu tidak sama dengan orang-orang pada umumnya.
4. Perbedaan pendapat atau keinginan dengan seseorang dalam hubungan interaksi sosial kita sebagai manusia, perbedaan pendapat atau keinginan tidak akan terjembatani hanya dengan perdebatan-perdebatan,apalagi diwarnai saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak. Sikap saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak hanya akan mengakibatkan sakit hati pada kedua belah pihak. Jalan keluar yang rasional dan manusiawi dari perbedaan pendapat atau keinginan justru adalah sikap “mengalah dalam pengertian yang benar”.
Artinya, tidak memaksakan kehendak atau kesukaan diri sendiri,tetapi membiarkan diri mengikuti kehendak orang lain, demi terjadinya perubahan-perubahan rasional dan manusiawi (perbaikan-perbaikan) dalam diri sendiri maupun diri orang lain. Langkah ini memungkinkan terjembataninya perbedaan-perbedaan di antara mereka yang berbeda.
Perbuatan mengalah, walaupun kadang menyesakkan dada, tetapi lebih banyak membuahkan kebaikan ketimbang sikap bersikukuh menganggap diri sendiribenar. Mengalah juga merupakan pilihan sikap yang jauh lebih dewasa dan bijaksana, merendahkan hati dan mengalah menepis keegoisan dan rasa direndahkan atau meninggikan harga diri tak jarang merupakan jawaban dari rentetan kegalauan dan gejolak hati yang ingin selalu dimenangkan, coba berbicara sejenak dengan hati nurani. apa ruginya sih mengalah? toh hasilnya adalah perdamaian bukan…
Pernah dengar kata pepatah bijak “mengalah bukan berarti kalah”.
Sifat mengalah dikatakan akan membawa berkah. Setidaknya, menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan. tetapi mengapa kita sulit dalam mengalah, hal itu disebabkan karena faktor ego yang besar dari manusia, yang selalu ingin menang dan juara. Karena ego manusia, kadang sifat mengalah malah membawa penurunan gengsi. Banyak orang beranggapan mengalah dikategorikan kalah, sehingga menurunkan gengsi. Padahal secara spiritual, mengalah sifat yang sangat mulia.Banyak mengalah dan tidak bertengkar, menunjukkan kebesaran jiwa seseorang.Bisa memaafkan orang lain, juga menunjukkan intelektual seseorang.
Pada umumnya setelah urusan terselesaikan dengan baik, lawan itu akan merasa menyesal atau menyalahkan diri sendiri.Maka apabila mengalami suatu permasalahan, bila bisa mundur selangkah, biarpun ini urusan yang ruwet, juga akan bisa diatasi dengan sempurna, dari pada harus bertahan dan akan menyebabkan kehancuran.COBA kita biasakan diri kita mengalah, untuk mendapat kemenangan yang lebih besar bukan.
Kata bijak mengatakan:Barangsiapa berani mengalah, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan,seperti Firman Allah :~Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.~(QS.Ali-Imran:200)
Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)
Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)
Jangan kau kira aku ini orang yang akan selalu menjadi baik. Di tengah lemah iman ku mungkin bisa merubah ku menjadi jahat. Beruntung selama ini aku memiliki teman-teman yang soleh dan solehah. Hingga nafsu ku teredam oleh senyuman keimanan sahabat. Tanpa mereka berkata aku langsung tersadar.Semoga manfaat.

Senin, 19 September 2011

ALLOH, SUDAH MENGATUR SEMUANYA

Kita pernah berangan-angan seandainya saja orang tua kaya raya tentu keadaan kita tidak seperti saat ini, hidup susah dan menderita. Seolah-olah yang dapat mendatangkan tercapainya segala cita-cita adalah harta benda. Hal ini tentu salah besar karena belum tentu yang diangan-angankan akan menjadi kenyataan. Dimana kenyataan itu sesungguhnya adalah manifestasi dari Qodrat Irodat Ilahy.

Berencana atau mereka-reka sesuatu, berandai-andai tentang sesuatu yang belum terjadi merupakan kesalahan yang sering kita lakukan. Sadarilah bahwa segala kebutuhan hidup kita pemberian Alloh Ta’alaa, sudah diperhitungkan oleh Alloh sejak manusia di alam azali (alam sebelum manusia hidup di dunia).

“Tidak ada sesuatu yang melata di muka bumi selain Alloh Ta’alaa yang mengatur rezekinya”
Alloh Ta’alaa yang memiliki rencana dan melaksanakan,mencukupi segala kebutuhan manusia di dunia. Manusia mereka-reka tentang sesuatu yang menjadi urusan Alloh Ta’alaa menunjukkan kebodohan manusia terhadap kasih sayang Alloh Ta’alaa. Seharusnya kita tidak memiliki sikap demikian, lebih baik berpasrah diri terhadap ketentuan Alloh.
“Siapa yang tawakal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupi”
Kenyataan yang terjadi di alam ini adalah Qodar Alloh Ta'alaa, seandainya hal baik yang menjadi kenyataan tentu bukan karena rencana manusia dan kenyataan yang menimpa diri manusia kebanyakan diluar rencananya.

Alloh yang menguasai segala sesuatu di langit, bumi dan seisinya, tidak ada yang bisa mengurus itu semua, semua tunduk kepada kebesaran dan kekuasaan Alloh Ta’alaa. Bila dibandingkan dengan kekuasaan Alloh antara manusia dengan semua ciptaan Alloh, tentu manusia sangatlah kecil lantas mengapa manusia ikut memikirkan urusan yang menjadi urusan Alloh. Jiwa raga manusia milik Alloh, terbukti manusia tidak bisa membuat sembuh dirinya manakala sedang sakit, tidak bisa mencegah lepasnya nyawa dari raga manakala sudah waktunya bertemu Alloh.

Manusia hidup di dunia merupakan tamu Alloh, dunia ini milik Alloh sudah sepantasnya tamu tidak perlu memikirkan atau berangan-angan apa yang akan diberikan oleh tuan rumah apalagi meminta supaya diberi menurut keinginan sang tamu. Tentang pemberian untuk tamu, keselamatan tamu ditanggung oleh tuan rumah. Alloh Ta’alaa yang mencukupi segala urusan, kebutuhan mahluk,bumi,langit dan seisinya Alloh yang mencukupi.

Kewajiban manusia yang utama adalah beribadah kepada Alloh seperti yang telah diperintahkan karena kelak yang akan dihisab adalah hal mengenai kewajiban manusia.
“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu hingga ajal menjemputmu”
“Tidak Aku (Alloh) cipta jin dan manusia kecuali supaya beribadah”

Rizki itu haknya manusia sedang ibadah adalah kewajiban manusia,terlalu memikirkan rezeki justru ibadah yang dilupakan dan pasti hati akan resah terlebih karena mamikirkan urusan yang bukan menjadi urusannya dan pada akhirnya akan merugi. Alloh Ta’alaa memerintahkan sesuatu tentu berguna bagi manusia, sebaliknya melarang satu perkara dikarenakan perkara tersebut bakal merugikan manusia.
“Janganlah engkau berhenti meminta pada Alloh dikarenakan lama datangnya pertolongan”
Jangan sampai terputus pengharapan selama kita berdoa harus senantiasa istiqomah walaupun belum memperoleh apa yang menjadi permintaan. Jangan memiliki prasangka bila Alloh tidak mengabulkan permintaan kita hal tersebut dapat menjadikan kufur karena tidak percaya dengan janji Alloh.
“Alloh Ta’alaa pasti mengabulkan doamu, namun sudah memilihkan untukmu, yang manfaat untukmu dan waktu yang tepat tidak karena pilihanmu sendiri dan tidak tergesa-gesa.”
Waktu terkabulnya doa sesuai dengan keinginan Alloh Ta’alaa tidak pada saat yang kita inginkan.
“Mintalah kepada-Ku (Alloh), maka Aku (Alloh) akan mengabulkan”
Terkabulnya permintaan bukan menurut keinginan manusia namun menurut keinginan dan pilihan Alloh Ta’alaa. Sebab manusia tidak memahami sebenarnya hal tersebut baik ataukah buruk. Tidak jarang kebanyakan dari kita meminta diberi banyak rezeki, minta anak yang baik buat kita lalu Alloh belum atau tidak mengabulkan, tidak dikabulkan karena ternyata tidak manfaat, merugikan diri kita terlebih merugikan agama kita. Tidak dikabulkan sesungguhnya justru diberi oleh Alloh, bilamana Alloh mengabulkan permohonan kita itu karena fadhol dan rahmat Alloh bukan karena menuruti keinginan kita.
“Apa-apa yang engkau minta tidak diberi dan apa-apa yang engkau tidak pinta justru Alloh memberi”
Sebagai gambaran seseorang meminta diberi harta dan keturunan lalu oleh Alloh tidak dikabulkan namun Alloh memberi kesempatan banyak beribadah. Jangan melihat dari sisi lahiriah, pandanglah dengan akal pikiran yang jernih terhadap hakekat yang sebenarnya.
“Ketika terbuka olehmu pintu rahmat mengenai hal yang tidak dikabulkan , sesungguhnya tidak dikabulkan permintaan kita justru itu pemberian yang sebenarnya”
Alloh menyayangi manusia karena yang diminta dalam doa ternyata membawa bencana dilain waktu. Alloh Maha Tahu tentang lahir dan batin, nyata dan goib segala sesuatu. Alloh mengetahui bahwa bagi seseorang yang diberi hidup susah justru lebih baik daripada hidupnya yang kaya penuh harta.

Jangan bersenang-senang karena bertambahnya harta benda, pangkat dan drajat bilamana tidak bertambah ibadahnya. Karena banyak sekali orang yang kaya raya, berpangkat tinggi dan orang terpandang berkurang ibadahnya malah ada yang sama sekali meninggalkan ibadah.
“Ketika Alloh mengabulkan pemintaanmu, tandanya Alloh menunjukkan sifat kebaikan dan Maha Mengabulkan terhadap dirimu”
“Ketika Alloh tidak mengabulkan keinginanmu maka menunjukkan sifat Qohar (Maha Kuasa)”

Manakala kita meminta urusan dunia lalu tidak dikabulkan lalu kita merasa bersusah hati, itu tandanya kita tidak memahami keinginan Alloh. Namun apabila kita faham akan keinginan Alloh dengan mengalami keadaan yang susah justru malah senang karena Alloh menginginkan kita lebih dekat dan memohon hanya kepada Alloh.

Minggu, 18 September 2011

PAKE JILBAB YG BENER DUONK !!! DASAR DONK-DONK !!!

Assalaamu 'alaikum wr wb

Sekali lagi gak boleh sara yahh 

Islam telah menggariskan pakaian yang wajib dipakai oleh setiap muslimah. sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi Sallallahu alaihi wasallam, yaitu:
Hendaklah menutup seluruh anggota badan, termasuk kepala, rambut, leher, lengan, Terkecuali muka dan dua tapak tangan hingga dua pergelangan tangan.
Pakaian itu tebal, tidak menampakkan warna kulit (Transparan) yang dapat dilihat dari celah-celah sulaman benang pakaian itu.
Pakaian itu luas, tidak sempit, dan tidak ketat sehingga tidak menampakkan lekuk badan.
Pakaian itu tidak menyerupai atau seakan-akan pakaian lelaki
Pakaian itu tidak berbau harum atau wangi karena dapat menarik perhatian orang.

















Maaf buat para jilbabers yang bener² jilbabers...
Semoga tidak jadi hal yang membuat perpecahan ....

Sabtu, 16 Juli 2011

PREPARE FOR RAMADHAN

Tips Persiapan Bulan Ramadhan

Pertama, I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.
Orang � orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up),sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.
Kedua, adalah I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
Ketiga, adalah I'dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
Keempat, adalah I'dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan.  Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Aamiin.

Rabu, 27 April 2011

AMPUNI HAMBA YA الله


Kumandang adzan mendengung
Bait-bait seruan terlantun
Mengisi kalbu membuka hati
Terketuk hati mencari sebuah arti

Terdengar langkah-langkah kaki
Tuk bersuci diri dan hati
Teriring irama sujud pada ilahi
Tersadar akan dosa selama ini

Akankah semua terlambat
Untuk menggapi sebuah taubat
Pintu maaf takkan tertutup rapat
Karena
الله...takkan biarkan hambaNya tersesat

Minggu, 03 April 2011

Tangis Terakhir Nabi Muhammad SAW

The tears of the Prophet 
Muhammad
Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya, “Siapa dia, putriku?”
“Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,” kata Fatimah lembut.
“Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan persahabatan di dunia. Dialah sang Malaikat Maut,” kata Rasulullah saw.
Fatimah menahan genangan air matanya.
Malaikat maut datang kepada-Nya, tetapi Rasulullah saw. bertanya mengapa Jibril tidak datang bersamanya.
Kemudian Rasulullah saw. menatap putrinya dengan pandangan nanar, seolah-olah ia tak ingin kehilangan setiap bagian dari wajah putrinya.
Kemudian, Jibril dipanggil. Jibril sebenarnya telah siap dia langit untuk menyambut ruh Rasulullah sang pemimpin Bumi.
“Wahai Jibril, jelaskan kepadaku tentang hak-hakku di hadapan Allah!”, Rasulullah saw. meminta dengan suara yang sangat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka. Para malaikat sedang menunggu ruh Anda. Semua pintu Surga terbuka luas menunggu Anda” kata Jibril.
Namun, kenyataannya, jawaban itu tidak membuat Rasulullah saw. lega.
Matanya masih penuh kekhawatiran.
“Anda tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.
“Ceritakan tentang nasib umatku di masa depan?” kata Rasulullah saw.
“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, saya mendengar Allah berkata:” Aku haramkan Surga untuk semua orang, sebelum umat Muhammad memasukinya, ” kata Jibril.
Waktu bagi malaikat Izrail melakukan pekerjaannya semakin dekat dan dekat.
Perlahan-lahan, ruh Rasulullah saw. dicabut.
Tampak tubuh Rasulullah saw. bermandikan peluh, saraf lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit ini!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam sallalahu mengerang dengan perlahan.
Fatimah memejamkan mata, Ali yang duduk di sampingnya tertunduk dalam dan Jibril pun memalingkan mukanya.
“Apakah aku sedemikian menjijikkan sehingga engkau memalingkan muka wahai Jibril?” Rasulullah saw. bertanya.
“Siapa yang bisa tahan melihat Kekasih Allah di ambang sakaratul mautnya?” kata Jibril.
“Bukan untuk berlama-lama,” kemudian Rasulullah saw. mengerang karena sakit yang tak tertahankan.
Ya Allah betapa besar Sakaratul maut ini. Berikan kepadaku semua rasa sakit, tapi jangan untuk Umatku.
Tubuh Rasulullah saw. mendingin, kaki dan dadanya tidak bergerak lagi.
Dengan berlinang air mata, bibirnya bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu.
Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw., “Jagalah shalat dan jagalah orang-orang lemah di antara kamu.”
Di luar ruangan, ada tangisan, ada kegaduhan. Para sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Sekali lagi, Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw. dan dengan mulut yang telah membiru serta air mata berlinang, Rasulullah berucap lirih: “Ummatii , Ummatii, Ummatii…” “Umatku, umatku, umatku…

Antara Batu Terbang, Masjid al Aqsha dan Kubah Emas

Tulisan ini merupakan tambahan informasi dan penjelasan dari artikel tentang gambar “Batu Terbang” di Palestina. Karena cerita yang menyertai gambar batu terbang tersebut seringkali menyinggung tentang peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad, maka perlu juga dijelaskan tentang keberadaan batu yang disebutkan sebagai tempat di mana Nabi memulai perjalanan ke langitnya. Selain itu, tidak jarang terjadi kesalahpahaman, di mana orang mengira Masjid Kubah Emas sama dengan Masjid Al Aqsha. Melalui tulisan di bawah, akan dijelaskan perbedaannya.

Batu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad dan Masjid Kubah Emas

Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini berada di Yerusalem, Palestina. Batu ini benar-benar ada. Ia berada di wilayah yang sekarang disebut sebagai: Mount Temple atau Gunung Kuil oleh orang Yahudi. Disebut demikian karena mereka mempercayai bahwa Kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di wilayah tersebut. Bahkan sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas batu yang sama. Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau Kawasan Suci dan Mulia.
Sketsa Masjid Kubah Emas di Yerusalem, Palestina.Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin. Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini setelah ia menundukkan Yerusalem. Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjungnya dari terik dan dingin. Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk menyaingi kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di wilayah Yerusalem, seperti Gereja Holy Sepulchre, dan mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan kemegahan agama lain. Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang melingkupi batu tersebut hingga kini. (Sumber: Wikipedia)
Sejak masa Umar itulah, wilayah Haram al Syarif ini menjadi wilayah kekuasaan kaum muslimin. Adanya bangunan berkubah emas yang berada di tempat tinggi dan berkilauan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kaum muslimin. Hal ini pun makin menambah rasa kepemilikan dan penghormatan atas wilayah suci yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin ini. Tidak mengherankan jika kemudian Masjid Kubah Emas ini menjadi simbol dari wilayah suci Al Quds dan bahkan Palestina secara umum.
Mereka yang pernah mengunjungi atau melihat bagian dalam Masjid Kubah Emas ini tentu akan melihat keunikan sang batu. Keunikan inilah yang, menurut saya, kemudian memunculkan cerita dan legenda tentang batu yang ingin terbang mengikuti Nabi ke langit.
Gamabr
 gua di bawah batu yang berada di dalam Masjid Kubah Emas (Qubah Sakhra)
 di Yerusalem, Palestina.
Gambar-gambar di atas adalah foto-foto dari bagian dalam Masjid Kubah Emas. Yang kiri memperlihatkan sebuah gapura yang menjadi pintu masuk sebuah ceruk atau gua yang berada di bawah batu. Bagian atas batu dapat terlihat di belakan gapura tersebut. Di bawahnya terlihat ada orang yang sedang sholat.
Gambar kanan menunjukkan suasana di dalam gua. Terlihat ada tangga yang menghubungkan bagian luar (gambar kiri) dan bagian dalam gua. Ada ruangan yang cukup lapang untuk belasan orang di sana. Dari foto terlihat bahwa atap gua cukup tinggi dan mulut gua lebar. Kita dapat bayangkan bila orang duduk di bawah sana dan melihat ke atas, ke arah mulut gua, maka batu yang menjadi atap gua tersebut seolah melayang di udara.
Inilah yang menurut saya menjadi sumber cerita batu terbang tersebut.

Perkataan Ibnul 'Arabi tentang 'Batu Terbang'

Ini adalah tambahan informasi tentang sebuah kisah yang saya ambil dari Blog Qhazanah.
Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud 'Tempat Nabi bermikraj', disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): "Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT. "Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi." "Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya." "Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain."
Ditambahkan oleh sang penulis blog, bahwa ia pernah mengunjungi Kubah Batu tersebut dan mendapati bahwa sekarang tidak terlihat bahwa batu tersebut melayang. Persis seperti gambar-gambar gua di atas.

Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha

Foto udara wilayah Al Quds atau Haram al Syarif, Yerusalem, 
Palestina. Terlihat posisi Kubah Emas (Qubah ash Shakhra) yang 
berdekatan dengan Masjid Al Aqsha.Gambar di samping adalah foto udara wilayah Haram Al Syarif yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan latar belakang wilayah Kota Tua Yerusalem. Masjid Kubah Emas terlihat mencolok di tengah wilayah tersebut. Ada satu lagi bangunan berkubah yang berada pada sisi kanan bawah. Itulah bangunan Masjid Al Aqsha.
Sebagai sebuah masjid, Khalifah Umarlah yang pertama kali membangunnya dalam bentuk bangunan kecil. Khalifah Al Malik yang juga membangun Kubah Emas kemudian memugar dan memperluasnya. Setelah beberapa kali pembanguan kembali dan pemugaran karena hancur oleh gempa, bangunan yang sekarang ada merupakan peninggalan Masjid dari masa kekhalifahan Fatimiyah sekitar awal abad ke 10.
Hari ini, wilayah Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah kekuasaan Israel. Namun, wilayah Haram Al Syarif dengan Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha-nya tetap berada dalam pengelolaan Kementrian Waqaf Yordania. Secara umum, hanya orang islam saja yang diperkenankan memasuki wilayah ini. Pada tahun 2007, sempat terjadi protes besar-besaran di dunia islam karena pemerintah Israel melakukan penggalian di bagian luar tembok yang berbatasan langsung dengan Masjidil Aqsha.
informasi 
lebih lanjutBagi yang tertarik untuk melihat-lihat wilayah Al Quds ini, Saudi Aramco World telah membuat sebuah wisata virtual di situs webnya. Di sana dipaparkan dengan jelas sejarah Kubah Emas dan Masjidil Aqsha. Dan lebih menarik lagi, ditampilkan pula gambar-gambar panorama interaktif berbagai tempat di wilayah tersebut, termasuk gua di bawah batu yang dijelaskan di atas. Selain itu ada juga wisata virtual ke Al Hambra di Spanyol dan Masjid Sulaiman di Turki. Sangat menarik!

Jumlah Pengunjung

Website counter

Your Position

 
IPANK SAMUDRA © 2011 Templates | uzanc